Bisnis UKM
Kemitraan Bisnis UKM

Kemitraan Bisnis UKM

Disini tempatnya untuk mencari kemitraan bisnis ukm di Indonesia. Dapatkan relasi/mitra usaha UKM untuk menunjang & meningkatkan omzet bisnis Anda.

akad-kemitraan-ukm

Bisnis UKM merupakan portal berita informasi peluang usaha bisnis UKMevent UKM, agenda UKM, layanan jasa UKM dan pembiayaan UKM melalui media online untuk menjadikan usaha kecil menengah (UKM) naik kelas.

Tujuan Mitra Bisnis UKM

  1. Terwujudnya kesejahteraan anggota dan ruang lingkup perusahaan, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dalam preusahaan.

  2. Terealisasikannya profesionalisme dan jiwa Entreprenuership dalam memberikan layanan .

  3. Terciptanya perusahaan yang inovatif dan aplekatif dalam menjalankan bidang usahanya secara professional dan bermartabat.

kemitraan bisnis ukm

Tentang Kemitraan Bisnis UKM

Dalam menjalankan sebuah bisnis, para pemilik usaha akan menjalin kemitraan dengan pihak lain.

Pada umumnya, tujuan menjalin kemitraan ini untuk melebarkan bisnisnya lebih luas lagi, sehingga perusahaan dapat meraup banyak keuntungan.


Saat ini bukan rahasia umum lagi jika perusahaan banyak menjalin kemitraan.

Namun sebelum mencapai kata sepakat, ada baiknya detikers mengetahui apa makna dari kemitraan, sehingga tidak sembarangan menjalin kemitraan dengan pihak lain.

Lantas, apa sih arti dari kemitraan itu? Lalu seperti apa jenis-jenis kemitraan saat ini?

Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini yuk detikers.


Kemitraan Adalah

Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil, kemitraan adalah kerja sama usaha antara usaha kecil dengan usaha besar disertai pembinaan dan pengembangan oleh usaha menengah atau besar dengan memperlihatkan prinsip saling membutuhkan, saling memperkuat, dan saling menguntungkan.

Sementara itu, dijelaskan dalam buku Kemitraan Usaha oleh Muhammad Jafar Hafsah, kemitraan adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua belah pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama.

Kemitraan menegakkan prinsip saling membutuhkan dan saling membesarkan antara satu sama lain.

Lalu menurut Ian Linton dalam bukunya yang berjudul Kemitraan Meraih Keuntungan Bersama, kemitraan adalah sebuah cara dalam melakukan bisnis di mana pemasok dan pelanggan berniaga (berjualan) satu sama lain untuk mencapai tujuan bisnis bersama.

Dengan begitu, kemitraan adalah suatu kerja sama dalam melakukan kegiatan usaha yang merupakan strategi bisnis dengan tujuan untuk mengembangkan usaha lebih luas lagi.

Jenis-jenis Kemitraan

Menurut Beryl Levinger dan Jean Mulroy yang dikutip dari buku Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Penguatan Kemitraan Usaha UMKM, Koperasi dan Korporasi oleh Tri Weda Raharjo, terdapat empat jenis atau tipe kemitraan yakni sebagai berikut:

1. Potential Partnership

Pada jenis kemitraan ini pelaku yang menjalin kerja sama saling peduli antara satu sama lain. Namun kedua belah pihak belum bekerja sama secara lebih dekat, baru sebatas hubungan kemitraan saja.

2. Nascent Partnership

Dalam jenis kemitraan yang satu ini, para pelaku kemitraan adalah partner (pasangan) akan tetapi efisiensi kerja sama menjadi kurang maksimal.

3. Complementary Partnership

Complementary partnership menjelaskan bahwa partner atau mitra mendapat keuntungan dan pertambahan pengaruh melalui perhatian yang besar terhadap ruang lingkup aktivitas yang tetap serta cenderung terbatas, contohnya seperti program delivery dan resource mobilization.

4. Synergistic Partnership

Terakhir adalah synergistic partnership, di mana kemitraan jenis ini memberikan mitra keuntungan dan pengaruh dengan masalah pengembangan sistematis melalui penambahan ruang lingkup aktivitas baru seperti advokasi dan penelitian.

 

Dasar-dasar Kemitraan

Terdapat dasar-dasar kemitraan yang perlu detikers pahami sebelum berencana menjalin kemitraan dengan pihak lain, hal ini agar kamu dapat memahami makna dari kemitraan dan proses kerja sama berjalan lancar.

Dijelaskan dalam buku Manajemen Pemasaran oleh Erina Alimin, berikut dasar-dasar kemitraan.

  • Memiliki persyaratan untuk pelaporan minimum
  • Memiliki perjanjian hukum yang kuat
  • Terdapat jumlah anggota maksimal
  • Mudah untuk membentuk suatu struktur bisnis perusahaan
  • Saling berbagi satu sama lain atas pengelolaan manajemen bisnis
  • Para mitra terikat dengan kontinuitas kemitraan

 

Prinsip-prinsip Kemitraan

Dalam menjalin suatu kemitraan terdapat sejumlah prinsip yang perlu dipahami dalam membangun kerja sama oleh masing-masing pihak.

Dijelaskan dalam buku Pengembangan Ekonomi Masyarakat Melalui Penguatan Kemitraan Usaha UMKM, Koperasi dan Korporasi oleh Tri Weda Raharjo, berikut tiga prinsip kemitraan.

1. Prinsip Kesetaraan (Equity)

Dalam prinsip kesetaraan, setiap individu, organisasi, dan institusi yang telah sepakat menjalin kemitraan harus merasa sama atau sejajar kedudukannya dengan yang lain dalam mencapai tujuan yang disepakati bersama.

2. Prinsip Keterbukaan

Pada prinsip yang kedua, keterbukaan adalah hal yang sangat penting sebab masing-masing pihak dapat mengetahui kekurangan atau kelemahannya.

Keterbukaan sudah harus terbentuk sejak awal terjalinnya kemitraan sampai berakhirnya kerja sama, maka dari itu dengan saling keterbukaan akan menimbulkan kepedulian dan saling melengkapi antara satu sama lain.

3. Prinsip Azas Manfaat Bersama (Mutual Benefit)

Terakhir adalah prinsip azas manfaat bersama, dalam prinsip ini individu, organisasi, dan institusi yang telah menjalin kemitraan diharapkan memperoleh manfaat dari kesepakatan kerja sama yang terjalin sesuai dengan kontribusi masing-masing pihak.

Kegiatan atau pekerjaan diharapkan bakal menjadi lebih efektif dan efisien karena dilakukan secara bersamaan.

 

Cara Kerja Kemitraan

Setiap perusahaan tentu memiliki cara yang berbeda-beda dalam menjalankan bisnisnya.

Begitu pula dengan cara perusahaan menjalin kemitraan dengan pihak lain, hal ini kembali tergantung pada jenis kemitraan yang terjalin.

Namun secara umum, ada cara kerja kemitraan yang bisa diterapkan oleh pelaku usaha dalam menjalin kerja sama dengan pihak lain.

Dijelaskan dalam buku Manajemen Pemasaran oleh Erina Alimin, berikut cara kerja kemitraan:

1. Memilih Jenis Kemitraan

Hal yang perlu diperhatikan dalam menjalin kemitraan adalah memilih jenis kemitraan yang sesuai.

Yang terpenting, ketika detikers ingin mengetahui jenis kemitraan apa yang perlu digunakan, maka kamu dapat mengemas organisasi bisnis yang benar-benar baru atau bergabung dengan yang sekarang.

2. Pergi dengan Perjanjian Kemitraan

Langkah berikutnya adalah menentukan partisipasi antara kedua belah pihak yaitu setidaknya dua pertemuan yang diingat untuk tingkat kemitraan umum.

Pada umumnya, pengaturan yang disusun berupa Memorandum of Understanding (MoU) atau kontrak bisnis.

Tujuan dari MoU adalah agar kedua belah pihak baik dari pemilik usaha dan mitra harus secara sah mengikuti komitmen dan hak istimewa yang tertulis dalam kontak.

Dalam surat tersebut juga terdapat penjelasan mengenai pembagian keuntungan usaha.

3. Melanjutkan Aktivitas Kerja

Setelah kedua belah pihak sepakat menjalin kerja sama, dengan begitu bisnis dapat dijalankan oleh keseluruhan anggota.

Para karyawan harus melakukan komitmen organisasi yang telah diungkapkan dalam pemahaman agregat. Lalu ketika bisnis yang dijalankan mengalami musibah, maka harus tahu siapa pihak yang bertanggung jawab untuk mengelolanya.

4. Persentase Manfaat dan Pajak

Di dalam MoU terdapat pembagian keuntungan yang merata dari bisnis yang dijalankan. Soal komitmen biaya, maka setiap bagian divisi akan dibayar sesuai dengan alternatif yang nyata.

Hal ini karena setiap karyawan memiliki nilai gaji yang berbeda-beda, mungkin juga ada karyawan yang memiliki organisasi di luar perkumpulan.

Contoh Kemitraan Usaha

Konsep kemitraan secara lebih rinci telah disebutkan dalam Pasal 106 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan UMKM. Dalam peraturan tersebut disebutkan bahwa kemitraan dapat dilaksanakan dengan pola sebagai berikut:

  • Inti-plasma
  • Sub kontraktor
  • Dagang umum
  • Waralaba (franchise)
  • Keagenan dan distribusi
  • Rantai pasok
  • Usaha patungan (joint venture)
  • Bagi hasil

Salah satu contoh kemitraan usaha yang ada di Indonesia adalah Pertamina, perusahaan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini mengadakan program pendanaan usaha mikro kecil yang ditujukkan untuk memaksimalkan usaha kecil masyarakat dalam bentuk mitra pembinaan, pendampingan, pelatihan, dan mempublikasikan produk.

Tujuan dari program kemitraan ini adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar perusahaan melalui kreativitas yang dimiliki, serta membangun kesejahteraan melalui pemerataan pembangunan nasional.

Seputar Kemitraan Bisnis UKM

Melansir dari Business Australian Government, terdapat tiga jenis kemitraan, yaitu: kemitraan umum (general partnership), kemitraan terbatas (limited partnership), dan kemitraan terbatas gabungan (incorporated limited partnership).

Bentuk/Pola Kemitraan

  • inti-plasma;
  • subkontrak;
  • waralaba;
  • perdagangan umum;
  • distribusi dan keagenan;

dan bentuk-bentuk kemitraan lain seperti bagi hasil, kerja sama operasional, usaha patungan (joint venture), dan penyumberluaran atau outsourcing.

Kemitraan Adalah: Pengertian, Jenis, dan Karakteristiknya


Di dalam dunia bisnis, partnership atau kemitraan adalah suatu istilah yang sangat populer, bahkan bagi orang awam sekalipun. Karena, istilah ini sudah sangat sering digunakan.

Walaupun begitu, apakah Anda sudah mengetahui bagaimana cara kerja dan jenis-jenis dari kemitraan ini?

Jika Anda ingin tahu kelanjutannya, Anda hanya harus membaca penjelasan tentang kemitraan di bawah ini hingga tuntas.

 

Pengertian Kemitraan Adalah

Partnership atau kemitraan adalah suatu jenis bisnis yang mana terdapat suatu perjanjian formal yang terjadi di antara dua orang atau lebih yang dibuat dan juga disepakati untuk bisa menjadi rekan pemilik, saling melakukan pendistribusian tanggung jawab untuk bisa menjalankan organisasi dan berbagai pendapatan ataupun kerugian yang terjadi di dalam bisnis.

Untuk di indonesia sendiri, seluruh aspek terkait kemitraan ini sudah diatur di bawah ‘PP 17/2013’. Secara khusus, peraturan ini menjelaskan bahwa kemitraan adalah hubungan yang dijalin antara dua atau lebih orang ataupun institusi yang sudah menerima untuk bisa saling berbagi keuntungan yang diperoleh dari bisnis di bawah pengawasan seluruh anggota ataupun nama anggota lain.

Sedangkan berdasarkan KPPU.GO.ID kemitraan adalah suatu kerjasama di dalam keterkaitan usaha secara langsung ataupun tidak langsung, atas dasar saling percaya, membutuhkan, memperkuat dan menguntungkan yang melibatkan para pebisnis UMKM ataupun pebisnis besar.

Selain itu, laman resmi Investopedia juga menjelaskan bahwa kemitraan adalah suatu perjanjian formal yang dilakukan antar kedua belah pihak atau lebih untuk bisa mengurus suatu bisnis dan membagi keuntungannya.

Hal tersebut tentunya berbeda dengan joint venture yang dilakukan oleh dua perusahaan oleh lebih, karena kemitraan hanya berlaku untuk gabungan antar perorangan saja.

Saat ini, sudah banyak sekali jenis kemitraan, namun jenis kemitraan yang paling banyak adalah kemitraan yang dilakukan secara bersama, menjalankan tugas secara merata, dan memperoleh keuntungan yang sama.

Walaupun begitu, masih ada juga kemitraan yang menjadikan salah satu pihaknya sebagai “silent partner”, sehingga pihak yang lain tidak perlu ikut campur dalam kegiatan operasional sehari-hari.

 

Jenis-Jenis Kemitraan Adalah

Saat Anda ingin melakukan kemitraan bisnis dengan orang lain, maka Anda harus mengetahui jenis kemitraan apa yang ingin Anda lakukan. Bersumber dari laman The Balance Small Business, beberapa jenis kemitraan adalah sebagai berikut:

1. General Partnership (GP)

General partnership atau kemitraan umum adalah suatu jenis kerjasama yang dilakukan secara lebih merata. Kegiatan kemitraan yang dilakukan dalam jenis ini akan sama-sama aktif dalam melakukan operasional sehari-hari, dan juga melakukan tanggung jawab yang penuh terkait utang dan juga permasalahan apa saja yang mengikat secara hukum.

2. Limited Partnership (LP)

limited partnership atau kemitraan terbatas adalah kombinasi dari dua pihak atau lebih yang melakukan kegiatan operasional bisnis sehari-hari. Namun, di dalam kemitraan terbatas akan terdapat satu partner atau lebih yang tidak melakukan kegiatan serupa, dan merekalah yang kita sebut dengan silent partner.

Dalam hal pembagian hasil seluruh pihak tentu memperoleh porsi yang sesuai. Namun, akan beda ceritanya bila kita membahas tentang tanggung jawab.

Setiap mitra yang tidak menjalankan kegiatan operasional sehari-hari tidak memiliki tanggung jawab terkait utang ataupun permasalahan hukum lainnya.

3. Limited Liability Partnership (LLP)

Setiap perlindungan hukum akan ditetapkan pada seluruh mitra di dalam limited liability partnership, baik itu yang umum ataupun yang terbatas. Pihak yang melakukan jenis kemitraan ini umumnya adalah mereka yang melakukan melakukan pekerjaan dalam satu bidang, seperti bidang akuntan, pengacara, dll.

Dalam jenis kemitraan ini, bila adalah salah satu mitra yang melakukan kesalahan yang memang harus dilakukan secara hukum, maka pihak lainnya akan terlindungi dari kondisi tersebut.

Jenis Mitra di dalam Kemitraan

Setelah Anda sudah mengetahui ketiga jenis kemitraan di atas, maka selanjutnya Anda harus mengetahui jenis mitra di dalam kemitraan ini.

1. General and Limited Partners

General partners atau kemitraan umum adalah pihak yang melakukan pengaturan kemitraan, melakukan operasional sehari-hari, dan melakukan tanggung jawab atas seluruh hal yang terjadi pada bisnis usahanya.

Sedangkan limited partners atau mitra terbatas hanya melakukan investasi saja dan tidak ikut campur dalam hal manajemen.

2. Partner Beda Tingkat

Arti dari tingkatan dalam hal ini adalah seperti mitra senior dan junior. Titel tersebut bisa memberikan perbedaan dalam hak kewajiban, tugas, dan berbagai hak yang dimiliki oleh setiap mitra.

Contoh sederhananya adalah ada mitra junior yang wajib membayar uang muka sebagai investasi pada suatu bisnis sebanyak 10 juta, sedangkan mitra senior adalah lima kali lipatnya. Dengan adanya perbedaan pada jumlah akuntansi, maka mitra senior mempunyai hak dan juga wewenang yang lebih banyak bila dibandingkan dengan mitra junior.

 

Cara Kerjanya Kemitraan Adalah

Cara kerja dari kemitraan ini tentunya berbeda-beda, tergantung pada jenis kemitraan tersebut. Seperti yang sebelumnya sudah kita sebutkan bersama, ada kemitraan yang mewajibkan seluruh pihak yang mempunyai hak, tanggung jawab dan juga tugas yang sama.

Langkah awal dalam melakukan kemitraan adalah dengan cara memilih jenis kemitraan apa yang ingin Anda lakukan. Selain itu, Anda juga harus memilih, apakah ingin memulai kemitraan dengan bisnis baru atau turut serta dalam bisnis yang sudah berjalan dan juga sudah mempunyai mitra sebelumnya.

Saat Anda sudah memilih jenis kemitraan yang ingin Anda lakukan, maka Anda dan calon mitra harus bisa membuat memorandum of understanding (MoU) atau suatu kontrak bisnis. Sehingga, setiap hak dan tanggung jawab yang mengikat akan tertulis dan pada akhirnya akan mengikat secara hukum.

Setelahnya, pihak yang sudah berhasil menjadi rekan ini bisa langsung melakukan bisnis seperti biasanya. Dalam setiap harinya, mereka harus melakukan kegiatan seperti apa yang tertera di dalam kontrak.

Terkait tentang bagi hasil, umumnya akan didasarkan pada kontrak yang sudah ditandatangani oleh setiap pihak. Sedangkan untuk urusan pajak, maka setiap mitra akan membayarnya dengan nilai yang berbeda.

Walaupun dalam kegiatan kemitraan pembagian hasilnya dilakukan secara rata, namun tiap pihak harus tetap membayar pajak sesuai dengan perhitungannya masing-masing. Kenapa? karena bisa saja ada mitra yang memiliki lebih dari satu bisnis.

 

Karakteristik Kemitraan
Setidaknya terdapat lima karakteristik kemitraan, yaitu

1. Kontrak atau Formasi

suatu perusahaan yang mempunyai banyak pemilih harus mempunyai suatu perjanjian hukum antar setiap mitra. Jadi, harus ada kontrak kemitraan untuk bisa mendirikan perusahaan kemitraan.

2. Kewajiban Tidak Terbatas

Setiap mitra harus bertanggung jawab terkait pembayaran utangnya, bahkan bila itu harus melikuidasi aset pribadinya sendiri.

3. Kontinuitas

Dalam urusan kebangkrutan, kematian, atau pensiunan mitra, dll. Setiap bentuk kemitraan akan dibubarkan dan mitra yang masih tersisa harus bisa membuat kemitraan baru. Sehingga, setiap anak laki-laki tidak bisa mewarisi kemitraan yang dilakukan oleh ayahnya, melainkan harus melalui persetujuan mitra lain, ia bisa ditambahkan sebagai pasangan yang baru.

4. Jumlah Anggota Maksimal 20

tidak ada nomor yang spesifik pada jumlah maksimal anggota yang memiliki perusahaan kemitraan. Tapi, berdasarkan Companies Act, untuk perusahaan perbankan hanya diperbolehkan 10 anggota saja. Sedangkan untuk perusahaan lainnya, maksimal anggotanya adalah 20.

5. Agen Reksa

Seluruh mitra memiliki tanggung jawab terkait operasional perusahaan. tapi, terkadang ada satu mitra atas nama mitra lainnya yang bisa melakukan pengawasan atau mengambil tindakan.

 

 

Penutup


Jadi bagaimana, apakah Anda sudah tertarik untuk melakukan kemitraan bisnis? hal penting yang harus Anda perhatikan dalam hal ini adalah harus berhati-hati untuk melakukan kemitraan bisnis bila Anda hanya berperan sebagai mitra yang memberikan uang, tidak memberikan waktu, dan juga tidak melakukan kegiatan lain.

Kenapa? karena suatu saat nanti, usaha ataupun bisnis tersebut akan bisa dikuasai oleh mitra Anda yang lain yang memiliki banyak waktu.

Dengan menghabiskan waktu untuk suatu bisnis, maka seseorang akan lebih mengetahui seluk beluk bisnisnya. Menjalankan bisnis memang sangat memerlukan keterampilan dan strategi yang tepat. Nah, agar pengelolaan usaha Anda bisa dilakukan dengan baik dan efisien, maka gunakanlah aplikasi akuntansi agar finansial perusahaan Anda berjalan dengan baik.

Mungkin ada banyak dari Anda yang ingin memulai bisnis online Anda sendiri. Memulai bisnis seorang diri sering terdengar menyeramkan sehingga banyak orang yang lebih memilih untuk memiliki seorang atau beberapa partner untuk memulai bisnisnya.

Memulai sebuah bisnis dengan orang-orang yang sudah dikenal dan dipercaya memang bisa membantu Anda untuk merasa lebih tenang dan percaya diri dalam memulai bisnis Anda.

Memilih business partner atau mitra kerja yang tepat adalah salah satu hal krusial dalam memulai sebuah kemitraan bisnis. Jika Anda salah memilih, hal ini bisa mempengaruhi hubungan Anda dengan mitra bisnis Anda. Jika kemitraan bisnis Anda gagal, maka hal itu akan menuju ke hal yang lebih merugikan yaitu kegagalan bisnis Anda.

 

Sebelum kita bahas apa saja yang bisa menyebabkan kegagalan dalam sebuah kemitraan bisnis, mari kita bahas apa itu business partnership terlebih dahulu.

Apa itu Business Partnership?

Business partnership atau kemitraan bisnis adalah hubungan hukum yang dibentuk oleh kesepakatan antara dua orang atau lebih untuk menjalankan bisnis sebagai pemilik bersama. 

Kemitraan adalah bisnis dengan banyak pemilik, yang masing-masing telah berinvestasi dalam bisnis ini. Beberapa kemitraan mencakup individu yang bekerja dalam bisnis, sementara yang lainnya mungkin termasuk mitra yang memiliki partisipasi terbatas dan juga kewajiban terbatas.

Kemitraan atau partnership, yang dibedakan dari korporasi, bukanlah entitas yang terpisah dari pemilik perorangan. Pajak penghasilan kemitraan dibayar oleh kemitraan, namun keuntungan dan kerugian dibagi di antara para mitra, dan dibayar oleh para mitra, berdasarkan kesepakatan mereka.

Jenis Kemitraan atau Partnership

Sebelum memulai kemitraan, Anda perlu menentukan jenis kemitraan yang Anda inginkan. Anda mungkin pernah mendengar persyaratannya:

  • Kemitraan umum terdiri dari mitra yang berpartisipasi dalam operasi sehari-hari dari kemitraan adalah siapa yang bertanggung jawab sebagai pemilik hutang dan tuntutan hukum.
  • Kemitraan terbatas memiliki satu mitra umum yang mengelola bisnis dan satu atau lebih mitra terbatas yang tidak berpartisipasi dalam operasi kemitraan dan yang tidak memiliki tanggung jawab.
  • Kemitraan pertanggungan terbatas serupa dengan kemitraan terbatas, namun mungkin ada beberapa mitra umum.

Jenis Mitra dalam Kemitraan

Bergantung pada jenis kemitraan dan tingkat hierarki kemitraan, sebuah kemitraan dapat memiliki beberapa jenis mitra yang berbeda. Artikel tentang berbagai jenis mitra ini menjelaskan perbedaan antara:

  • Mitra umum dan mitra terbatas. Mitra umum berpartisipasi dalam mengelola kemitraan dan memiliki kewajiban untuk hutang kemitraan. Mitra terbatas berinvestasi namun tidak berpartisipasi dalam manajemen.
  • Mitra ekuitas dan mitra yang digaji. Beberapa mitra mungkin dibayar sebagai karyawan, sementara yang lain hanya memiliki saham dalam kepemilikan.
  • Berbagai tingkat mitra dalam kemitraan. Misalnya, mungkin ada mitra junior dan senior. Jenis kemitraan ini mungkin memiliki tugas, tanggung jawab, dan tingkat masukan dan persyaratan investasi yang berbeda.

Alasan Mengapa Kebanyakan Business Partnership Gagal

Kemitraan bisnis memiliki banyak keuntungan – mereka memungkinkan pengusaha untuk menggabungkan berbagai skill sets, dan juga untuk berbagi biaya dan risiko startup satu sama lain. Hal ini membuat business partnership menjadi salah satu cara yang paling umum untuk mencapai kesuksesan dalam bisnis. Sayangnya, meskipun business partnership memiliki banyak keuntungan, mereka juga bisa menjadi kelemahan, dan statistik menunjukkan bahwa hingga 70 persen kemitraan bisnis pada akhirnya gagal. Perhatikan lebih dekat beberapa alasan paling umum mengapa kemitraan bisnis rusak, sehingga Anda dapat membuat kemitraan apa pun yang Anda masukkan ke dalam hubungan yang lebih berhasil.

Bekerja sama dengan teman atau keluarga bisa beresiko

Banyak kemitraan antara pasangan, bisnis keluarga, atau teman-teman yang mengalami kesuksesan. Contohnya Amazon yang didirikan oleh Jeff Bezos, istrinya MacKenzie dan beberapa temannya. Selain itu gagasan untuk memulai bisnis dengan seseorang yang Anda kenal (atau Anda kira Anda tahu) dengan dekat dan percaya bisa sangat menarik dan terdengar menjanjikan. Namun, seperti yang sering dikatakan, memilih mitra bisnis lebih sulit daripada memilih pasangan hidup, dan banyak kemitraan semacam itu mengalami kegagalan.

Setiap kemitraan bisnis yang sukses harus didasarkan pada kekuatan pelengkap, bakat, kepribadian, dan pengalaman calon partner. 

Seorang kerabat atau teman perlu memiliki lebih banyak skill atau pengalaman yang membuat mereka menjadi calon kemitraan bisnis potensial daripada sekedar hanya memiliki hubungan pribadi mereka dengan Anda.

Agar kemitraan antara teman atau keluarga menjadi sukses, penting bagi Anda untuk mempertahankan pemisahan antara hubungan bisnis dan pribadi. Dengan begitu, Anda bisa melakukan diskusi yang jujur dan apa adanya dengan partner bisnis Anda tentang keputusan bisnis, tujuan,  keuangan, dan diskusi-diskusi lain yang bisa membuat hubungan pribadi menjadi sulit. Sebagian besar kemitraan bisnis antara pasangan cenderung larut dalam kasus perceraian. Demikian pula, hubungan pribadi antara anggota keluarga atau teman-teman lainnya seringkali sangat terganggu ketika sebuah kemitraan bisnis antara keluarga atau teman menjadi kacau.

Seperti halnya kemitraan bisnis, sangat penting untuk memiliki kesepakatan kemitraan yang komprehensif, sehingga isu-isu seperti keuangan, pembagian kerja, dan sebagainya dijabarkan dengan jelas sebelum memulai bisnis. Jabatan tangan sederhana antara anggota keluarga atau teman tidak cukup bila keuangan dan reputasi Anda bergantung pada bisnis tersebut.

Jika dilakukan dengan benar, kemitraan bisnis dengan keluarga atau teman bisa sangat bermanfaat dan menghasilkan keuntungan besar namun kemitraan yang tidak berhasil dapat menghancurkan hubungan keluarga atau menghancurkan persahabatan secara permanen.

Komitmen yang tidak sama antar partner

Seperti yang akan dikatakan oleh seorang pelaku bisnis, memulai bisnis membutuhkan komitmen finansial dan pribadi yang besar. Sebagai pemilik tunggal, hanya Anda sendiri yang bertanggung jawab atas keberhasilan (atau kegagalan) bisnis tersebut. 

Dalam business partnership, Anda bergantung pada kontribusi mitra lain, dan jika mereka tidak mampu atau tidak mau melakukan tingkat pengorbanan pribadi atau keuangan yang sama, hal itu akan mengakibatkan kebencian dan konflik pada akhirnya.

Kemitraan yang didasarkan pada satu mitra membuat kontribusi keuangan lebih besar dan mitra lain yang menjanjikan untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dan melakukan lebih banyak pekerjaan mungkin masuk akal dalam teori, namun hal ini sulit diukur dan digambarkan dalam sebuah kesepakatan kemitraan.  Jika mitra tersebut tidak dapat menepati janjiya untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar dan bekerja lebih keras tentu hal ini akan mempengaruhi kesuksesan bisnis Anda.

Demikian pula, sulit bagi anggota kemitraan untuk benar-benar mendedikasikan waktu dalam bisnis saat dia memiliki tanggung jawab lain. Seseorang yang memiliki kepentingan bisnis lain atau anak kecil dan pasangan yang juga bekerja, misalnya, mungkin tidak dapat sepenuhnya berkomitmen untuk melakukan kemitraan bisnis.

Kontribusi yang tidak merata di antara para mitra mungkin tidak menimbulkan masalah jika dipahami sebelumnya (dan sepenuhnya diartikulasikan dalam perjanjian kemitraan), namun ada kemungkinan besar bahwa ini bisa menjadi awal mula perselisihan antar mitra.

Pembagian tugas yang kurang adil antara Anda dan business partner Anda

Anda dan business partner Anda memang dianjurkan untuk tidak melakukan hal yang sama di dalam perusahaan, terutama saat Anda memulai. Anda tidak akan memiliki cukup uang untuk mempekerjakan orang lain, jadi Anda perlu fokus untuk memecahkan masalah yang berbeda.

Dengan kata lain, Anda perlu divide and conquer (membagi dan menaklukkan). Sebagai contoh, mungkin mitra bisnis Anda menangani produk dan teknik, dan Anda menangani semua hal yang terkait dengan pendapatan. Mungkin Anda bisa bekerja sama di bidang pemasaran dan strategi.

Pastikan Anda secara jelas menentukan siapa yang akan mengerjakan apa sehingga Anda tidak saling menginjak kaki masing-masing.

Kurangnya Kesuksesan

Membangun bisnis membutuhkan kesabaran dan ketekunan dan agar bisnis bisa sukses, pemilik harus siap untuk membuat komitmen jangka panjang. Selain itu, banyak bisnis berada dalam industri siklis dan pemilik bisnis mungkin perlu membiasakan diri dengan periode pertumbuhan dan fluktuasi pendapatan bisnis yang lamban.

Kurangnya bisnis dan / atau periode penurunan pendapatan dapat menimbulkan dampak psikologis bagi mitra bisnis dan pada akhirnya menimbulkan konflik, terutama jika bisnis tersebut menjadi beban berat pada keuangan pribadi orang-orang yang terlibat. Jika satu atau lebih mitra sebelumnya menjadi pegawai dengan gaji tetap (dan tunjangan) mereka mungkin tergoda untuk meragukan keputusan mereka menjadi pengusaha jika bisnis tersebut tidak segera berhasil atau ketika terjadi kemunduran bisnis.

Jika setiap mitra dalam bisnis tersebut tidak bekerja sama dan hanya memikirkan keuntungan diri sendiri tentu akan sulit bagi bisnis tersebut untuk bisa berhasil dan melewati masa sulit.

Tidak ada kepastian keberhasilan dalam berbisnis dan keuntungan dari sebuah kemitraan tidak bisa mengatasi kekurangan persiapan atau ide bisnis yang tidak layak. Perencanaan bisnis menyeluruh sebelum dan sesudah startup, termasuk penelitian mengenai target pasar, arus kas realistis dan proyeksi pendapatan, dan memiliki hutang yang cukup atau pembiayaan ekuitas yang tersedia bila diperlukan adalah semua persyaratan untuk bisnis apa pun yang akan berkembang dalam jangka panjang.

Perbedaan Nilai Antara Business Partners

Banyak kemitraan tidak berhasil karena mitra tidak memiliki nilai dan/atau tujuan bisnis yang selaras. Seiring bisnis berkembang, perbedaan bisa menjadi sumber gesekan yang semakin meningkat.

Meski tujuan hidup pribadi seharusnya tidak mempengaruhi kemitraan, kenyataannya tidaklah seperti itu. Jika tujuan Anda adalah untuk menjalani gaya hidup santai sementara partner Anda ingin bekerja tujuh hari dalam seminggu di kantor, akan susah bagi Anda untuk bekerja sama dengan mitra bisnis Anda.

Salah satu dari Anda akan merasa bahwa yang lain tidak melakukan pekerjannya, dan pada akhirnya akan menciptakan banyak masalah.

Jika tujuan hidup Anda selaras dengan partner bisnis Anda, itu akan membantu menjaga kedamaian. Sebelum Anda bermitra dengan siapa pun, pastikan Anda memiliki tujuan hidup yang sama, terutama saat harus bekerja.

Cara yan bisa dilakukan untuk memastikan hal ini adalah dengan bertemu dengan calon mitra bisnis dan mengartikulasikan hal-hal berikut ini:

  1. Mengapa mereka ingin menjadi pengusaha?
  2. Apa visi mereka bagi perusahaan?
  3. Apa tujuan jangka panjang mereka?

Ingin memulai bisnis karena Anda membenci pekerjaan Anda atau Anda yakin bahwa Anda bisa menjadi kaya bisa menjadi faktor pendorong yang hebat tapi juga mungkin membutakan Anda dengan realita memiliki dan menjalankan bisnis. 

Mitra potensial, terutama yang memasuki usaha bisnis pertama mereka, perlu bersikap realistis mengenai prospek bisnis dan membuat harapan mereka sesuai untuk menghindari kekecewaan.

Mitra potensial mungkin tidak setuju dengan visi mereka untuk perusahaan dan memiliki pengertian dan rencana yang sangat berbeda mengenai tujuan jangka panjang organisasi. Misalnya, satu mitra mungkin melihat bisnis hanya sebagai cara alternatif untuk mendapatkan kehidupan yang sederhana dan tidak memiliki keinginan untuk ekspansi di masa depan, sementara mitra lain mungkin memiliki rencana ekspansi ambisius untuk bisnis ini, termasuk memiliki staf besar, membuka kantor satelit, mengambil perusahaan publik, dll.

Untuk menghindari konflik jangka panjang antar mitra, visi perusahaan harus disepakati dan dijelaskan sebelumnya dalam sebuah pernyataan visi. Selain itu, bagian dari rencana bisnis harus digunakan untuk memformalkan tujuan jangka panjang organisasi.

Kepribadian yang tidak cocok

Berbagi risiko dan memiliki skill yang membantu satu sama lain adalah beberapa keuntungan besar dari kemitraan bisnis, namun jika kepribadian rekan kerja tidak cocok, ada kemungkinan dimana bisnis Anda akan mengalami masalah.

Ketidaksepakatan di antara para mitra memang sangat mungkin terjadi, namun kepribadian yang sangat kontras dapat memperkuat perbedaan pendapat dan menyebabkan konflik.

Mewawancarai dan mengevaluasi calon partner adalah suatu keharusan jika Anda belum berkenalan dengan baik. Perlakukan seperti wawancara kerja – serta mendiskusikan keterampilan, bakat, dan pengalaman, menilai kepribadiannya dengan pertanyaan seperti:

  1. Apakah Anda seorang pengambil risiko?
  2. Apakah Anda sangat termotivasi?
  3. Bagaimana Anda menangani situasi sulit seperti menangani masalah karyawan, pelanggan, dan vendor?
  4. Apa harapan Anda terhadap saya dan bisnis saya?
  5. Apakah Anda memiliki kesabaran dan ketekunan untuk menangani memulai dan mengembangkan bisnis?

Ingatlah bahwa perbedaan kepribadian juga bisa menjadi keuntungan dan bukan penghalang. Tetapi dengan pertimbangan bahwa Anda menghargai partner Anda, menghargai pendapat mereka, dan memiliki visi yang sama untuk bisnis ini.

Business partners tidak saling percaya satu sama lain

Hubungan jujur ​​dan terbuka antara business partners adalah fondasi dari setiap kemitraan bisnis yang sukses, jadi tidak ada yang menghancurkan kemitraan lebih cepat daripada kurangnya kepercayaan. 

Dengan adanya tanggung jawab bersama yang melekat dalam kemitraan bisnis, praktik bisnis ilegal atau tidak etis oleh satu mitra menempatkan semua anggota kemitraan lainnya dalam risiko.

Meskipun Anda tidak pernah bisa memperkirakan dengan pasti bahwa partner Anda akan selalu melakukan sesuatu dengan cara yang etis, Anda dapat mengurangi kemungkinan tersebut dengan meneliti sejarah dan reputasi mereka sebelumnya, terutama orang yang tidak Anda kenal:

  1. Apakah mereka memiliki bisnis lain di masa lalu dan jika demikian, bagaimana mereka dianggap oleh mitra bisnis, pemasok, pelanggan, karyawan, dan lain-lain?
  2. Apa reputasi mereka di masyarakat?
  3. Apakah mereka memiliki kesulitan hukum sebelumnya?
  4. Apakah mereka memiliki pekerjaan lapangan atau sejarah perkawinan?
  5. Apakah mereka pernah bangkrut, memiliki peringkat kredit yang buruk atau mengalami kesulitan dengan otoritas pajak?
  6. Apakah mereka bersedia menyetujui kesepakatan kemitraan tertulis yang menguraikan semua aspek penting bisnis?

Kemungkinannya adalah jika orang tersebut memiliki sejarah stabilitas dan perilaku etis, mereka akan membuat mitra bisnis yang dapat dipercaya.

Emosi yang kurang terjaga

Emosi cenderung mempengaruhi kita semua. Ketika seseorang menyalahkan Anda, wajarlah jika Anda berdebat dan melawan.

Tetapi, Anda tidak bisa emosional dengan rekan bisnis Anda; Anda harus logis. Bila ada sesuatu yang salah, mundur selangkah dan melihatnya dari sudut pandang orang luar. Cari tahu apa respons logisnya dan ambil pendekatan itu.

Pada akhir hari Anda berdua akan melakukan apa yang menurut Anda terbaik untuk perusahaan, jadi tidak perlu emosional. Emosi tidak akan membantu Anda mencapai tujuan Anda; mereka hanya akan mempengaruhi penilaian Anda.

Simpulan

Sebelum Anda memulai memilih calon partner bisnis Anda, ada baiknya Anda meneliti dengan seksama calon mitra Anda tersebut. Menemukan partner bisnis yang tepat memang membutuhkan waktu. Gunakan waktu Anda sebanyak-banyaknya untuk mencari mitra bisnis yang tepat sehingga Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam eksekusi bisnis Anda.

Jika Anda sudah menemukan mitra yang Anda rasa cocok dan tepat, buat sebuah perjanjian kemitraan tertulis yang komprehensif. Dengan adanya perjanjian ini, peluang Anda untuk memiliki kemitraan bisnis jangka panjang yang sukses akan semakin besar.